Insight

Insight

BRIN Petakan Tekanan Pulau Kecil dari Laut hingga Ekonomi Warga

Riset SIRaD menunjukkan pembangunan pulau kecil tidak bisa hanya membaca garis pantai atau potensi wisata, karena tekanan ekologis, aktivitas manusia, dan daya tahan ekonomi lokal saling terkait. BRIN pada 16 September 2026 memperkenalkan arah riset Small Island Research and Development atau SIRaD untuk memetakan tekanan di pulau-pulau kecil Indonesia secara lebih utuh. Fokusnya bukan hanya […]

BRIN Petakan Tekanan Pulau Kecil dari Laut hingga Ekonomi Warga Read More »

BRIN: Kerusakan Danau Bukan Isu Pinggiran, tetapi Ancaman bagi Air, Pangan, dan Biaya Pemulihan

Pencemaran, sedimentasi, penurunan biodiversitas, dan tekanan aktivitas manusia membuat danau tak lagi bisa dibaca hanya sebagai isu konservasi, melainkan bagian dari ketahanan air Indonesia menuju 2030. Kerusakan danau tidak berhenti di tepi perairan. Dalam rilis pada 12 September 2026, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa degradasi danau berisiko menjalar ke ketahanan air, pangan,

BRIN: Kerusakan Danau Bukan Isu Pinggiran, tetapi Ancaman bagi Air, Pangan, dan Biaya Pemulihan Read More »

BRIN kembangkan EroSlide: bukan sekadar alarm longsor, tetapi pembaca proses air dan tanah

Sistem yang diumumkan BRIN pada 1 September 2026 ini dirancang untuk memantau hujan, limpasan, infiltrasi, erosi, longsor, dan deposisi secara bersamaan—langkah penting, meski masih berada pada tahap pengembangan dan implementasi awal. Bisakah longsor dipantau sebelum benar-benar terjadi? Pertanyaan itu yang ingin dijawab BRIN lewat EroSlide, sistem monitoring erosi, longsor, dan deposisi yang diumumkan pada 1

BRIN kembangkan EroSlide: bukan sekadar alarm longsor, tetapi pembaca proses air dan tanah Read More »

BRIN Uji MCT dan Perisa dari Ragi Lokal, tetapi Jalan Menuju Ingredients Industri Masih Panjang

Paparan BRIN pada 18 September 2026 menunjukkan Indonesia tidak kekurangan bahan baku alami, tetapi masih menghadapi tantangan mutu, skala, biaya, dan regulasi sebelum bisa dipakai luas oleh industri pangan. Kekayaan bahan alam Indonesia kerap dipandang sebagai modal yang cukup untuk mengurangi ketergantungan pada ingredients impor. Namun paparan Badan Riset dan Inovasi Nasional pada seminar “Natural

BRIN Uji MCT dan Perisa dari Ragi Lokal, tetapi Jalan Menuju Ingredients Industri Masih Panjang Read More »

Mengapa Vitamin pada Beras Fortifikasi Tidak Boleh Hilang di Air Cucian

Penjelasan SEAFAST IPB menunjukkan bahwa keberhasilan fortifikasi tidak ditentukan oleh penambahan zat gizi saja, melainkan oleh teknologi, penyimpanan, pencampuran, dan cara beras diproses di dapur. Beras fortifikasi sering tampak sama saja dengan beras biasa. Namun menurut penjelasan IPB University pada 28 September 2026, perbedaannya justru ada pada cara vitamin dan mineral dimasukkan dan dijaga agar

Mengapa Vitamin pada Beras Fortifikasi Tidak Boleh Hilang di Air Cucian Read More »

Ayam IPB-D1 Masuk Jalur Komersialisasi, tetapi Ujian Sesungguhnya Ada di Bibit dan Pasar

IPB University menampilkan ayam IPB-D1 di ILDEX 2026 sebagai inovasi yang sudah masuk tahap implementasi, namun jalan menuju adopsi luas tetap bergantung pada pembibitan, pakan, kesehatan, dan penerimaan rantai pasok. Ayam lokal hasil riset kampus tidak otomatis siap bersaing hanya karena genetiknya menjanjikan. Itu sebabnya langkah IPB University membawa ayam IPB-D1 ke panggung ILDEX Indonesia

Ayam IPB-D1 Masuk Jalur Komersialisasi, tetapi Ujian Sesungguhnya Ada di Bibit dan Pasar Read More »

IPB Bertemu UIUC untuk Riset Kedelai, tetapi PR Utama Indonesia Bukan Cuma Soal Benih

Kunjungan IPB ke University of Illinois Urbana-Champaign membuka agenda riset yang lebih luas, dari produktivitas hingga tata niaga, di tengah ketergantungan impor kedelai yang masih tinggi. Kerja sama IPB University dengan University of Illinois Urbana-Champaign, khususnya Soybean Innovation Lab, layak dibaca bukan sebagai kabar lahirnya teknologi baru, melainkan sebagai penanda arah riset kedelai Indonesia. Dalam

IPB Bertemu UIUC untuk Riset Kedelai, tetapi PR Utama Indonesia Bukan Cuma Soal Benih Read More »

Jerami Padi dan Grafit Bekas Jadi Kandidat Anoda: Sejauh Mana Riset Baterai Natrium-Ion UGM?

Riset mahasiswa UGM menonjol karena menggabungkan limbah pertanian dan limbah baterai, tetapi hasilnya masih berada pada tahap material kandidat, belum menjadi sel baterai siap pakai. Universitas Gadjah Mada pada 22 September 2026 memperkenalkan riset mahasiswa yang mengolah jerami padi dan grafit dari baterai bekas menjadi kandidat material anoda untuk baterai ion natrium. Inti temuan ini

Jerami Padi dan Grafit Bekas Jadi Kandidat Anoda: Sejauh Mana Riset Baterai Natrium-Ion UGM? Read More »

UGM: Tujuh dari Sepuluh Virus Tumbuhan Ditularkan Serangga, Mengapa Semprot Hama Saja Tidak Cukup?

Paparan UGM pada 22 September 2026 menegaskan bahwa pengendalian penyakit tanaman harus membedakan kerusakan langsung oleh hama dan penularan virus yang dibawa vektor. Menyemprot serangga tidak otomatis memutus seluruh penularan penyakit tanaman. Itulah pesan penting dari paparan Universitas Gadjah Mada pada 22 September 2026, ketika guru besar virologi tumbuhan Sedyo Hartono menjelaskan bahwa sekitar 70

UGM: Tujuh dari Sepuluh Virus Tumbuhan Ditularkan Serangga, Mengapa Semprot Hama Saja Tidak Cukup? Read More »

UGM Perkenalkan Tes Kognitif AJT, Mengapa Indonesia Perlu Alat Ukur yang Disusun dari Konteks Sendiri?

Peluncuran AJT oleh Fakultas Psikologi UGM menyoroti persoalan lama dalam asesmen kecerdasan: hasil tes tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga oleh bahasa, budaya, norma, dan mutu standardisasi alat ukurnya. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada 25 September 2026 memperkenalkan AJT sebagai alat ukur kognitif yang dikembangkan dengan landasan teori Cattell-Horn-Carroll atau CHC dan disusun

UGM Perkenalkan Tes Kognitif AJT, Mengapa Indonesia Perlu Alat Ukur yang Disusun dari Konteks Sendiri? Read More »